Pengacara Kondang Hotman Paris Minta Polisi Tindak Sajad Ukra
Perseteruan antara manta suami istri ini semakin berlanjut dan memanas. Kali ini sang mantan suami, Sajad Ukra yang menyeret nama pengeacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Rekaman suara yang diduga adalah suara dari Sajad Ukra, belum lama ini sudah dibocorkan oleh Nikita Mirzani. Pada saat rekaman suara tersebut diputar, suara pria itu menghina Indonesia sebagai negara korup. Sampai-sampai suara pria yang diduga Sajad Ukra tersebut menyebutkan jika aparat kepolisian RI mudah untuk disuap.
"Your country is so corrupt. All I have to do is pay the police and then put you in jail (negaramu sangat korup. yang harus aku lakukan cuma membayar polisi buat memasukkanmu ke penjara)," kata suara pria yang diduga sebagai Sajad Ukra itu.
Tak hanya itu saja, pria tersebut juga menyeret orang-orang yang dekat dengan Niki, yakni Fitri Salhuteru dan Hotman Paris.
"Bilang sama mereka semua, bilang sama Fitri, kasi tau Hotman Paris, bilang sama semua yang mencoba buat bantu Nikita, semua uang yg ada di dunia ini ga bakalan bisa bantu dia!! ALLAH bakalan menghancurkan hidup dia dalam hitungan detik!" imbuh suara rekaman tersebut.
Pria dalam rekaman tersebut pun tak segan menyebut Hotman adalah germo dan kerap menyakiti anak-anak.
"Hotman Paris germo bicara soal anak-anak? Dia itu yang suka abuse anak-anak!" serunya lagi.
Nyatanya, hal ini sudah sampai ke telinga pengacara berdarah Batak itu. Tak terima, Hotman langsung melaporkan hal tersebut ke Kapolda Metro hingga Direktur Penindakan Imigrasi.
Melalui Instagram pribadinya, pria yang kerap disebut sebagai pengacara 30 miliar itu meminta pihak berwajib untuk langsung menindaklanjuti pernyataan oknum tersebut.
Menurutnya pria tersebut telah melecehkan aparat tak hanya kepolisian tapi juga negara Republik Indonesia.
"Kepada bapak Kapolri dan bapak Kapolda Metro, mohon dicek, mohon diperiksa media sosial yang sudah viral di mana-mana. Di mana ada oknum orang asing yang suaranya, yang kata-katanya sangat menghina instansi kepolisian RI," ungkap Hotman.
"Dan juga sangat melecehkan Negara Republik Indonesia yang berdaulat," sambungnya.
Hotman juga meminta Direktur Penindakan Imigrasi mengecek paspor milik Sajad.
"Demikian juga kepada bapak Direktur Penindakan Imigrasi, agar segera dicek paspor kedatangan dan dicegah tangkal, atau melakukan tindakan sesuai keimigrasian. Orang asing, mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakiti hati bangsa Indonesia," kata Hotman.
Pada video lainnya, Hotman meminta pihak kepolisian untuk segera memanggil oknum dalam rekaman tersebut. Ia pun meminta agar polisi bisa memanggil istrinya, yang merupakan warga negara Indonesia, untuk memberi klarifikasi.
Seperti diketahui, istri Sajad Ukra Medina Moesa merupakan pengusaha dan sosialita di Indonesia.
"Mohon agar segera dugaan penghinaan terhadap instansi kepolisian dan NKRI yang dilakukan oleh oknum orang asing (WNA) agar segera disidik," pinta Hotman.
"Menurut kabar, ternyata istrinya ada di Indonesia, orang Indonesia. Saya mohon agar istrinya dulu dipanggil untuk klarifikasi suara siapa itu ya. Walaupun orang sudah tahu itu suara siapa, tapi asas praduga tak bersalah tetap kita terapkan. Mohon agar keluarga dan istrinya yang ada di Indonesia segera disidik dan dipanggil klarifikasi atas suara yang menghina instansi kepolisian RI," pungkas Hotman.
Sumber: Akurat.co
"Demikian juga kepada bapak Direktur Penindakan Imigrasi, agar segera dicek paspor kedatangan dan dicegah tangkal, atau melakukan tindakan sesuai keimigrasian. Orang asing, mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakiti hati bangsa Indonesia," kata Hotman.
Pada video lainnya, Hotman meminta pihak kepolisian untuk segera memanggil oknum dalam rekaman tersebut. Ia pun meminta agar polisi bisa memanggil istrinya, yang merupakan warga negara Indonesia, untuk memberi klarifikasi.
Seperti diketahui, istri Sajad Ukra Medina Moesa merupakan pengusaha dan sosialita di Indonesia.
"Mohon agar segera dugaan penghinaan terhadap instansi kepolisian dan NKRI yang dilakukan oleh oknum orang asing (WNA) agar segera disidik," pinta Hotman.
"Menurut kabar, ternyata istrinya ada di Indonesia, orang Indonesia. Saya mohon agar istrinya dulu dipanggil untuk klarifikasi suara siapa itu ya. Walaupun orang sudah tahu itu suara siapa, tapi asas praduga tak bersalah tetap kita terapkan. Mohon agar keluarga dan istrinya yang ada di Indonesia segera disidik dan dipanggil klarifikasi atas suara yang menghina instansi kepolisian RI," pungkas Hotman.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment